Perbedaan Nyeri Haid (Dismenorea) Sebelum dan Sesudah Dilakukan Abdominal Stretching Exercise pada Remaja Putri

Authors

  • Ni Kadek Eka Widiantari Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia
  • Ni Gusti Kompiang Sriasih Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia
  • Ni Made Dwi Mahayati Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58294/jbk.v18i2.335

Keywords:

abdominal stretching exercise, dismenorea, remaja putri

Abstract

Dismenorea merupakan keluhan nyeri saat menstruasi yang umum terjadi pada remaja putri. Salah satu penanganan nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri haid adalah abdominal stretching exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan intensitas nyeri haid sebelum dan sesudah dilakukan abdominal stretching exercise. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 31 remaja putri yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Prosedur penelitian mencakup pengukuran nyeri haid sebelum intervensi, pemberian abdominal stretching exercise selama 10–15 menit, dan pengukuran nyeri sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan penurunan skor median nyeri dari 3 menjadi 1. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -4,880 dan ρ = 0,00 (ρ < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulannya, abdominal stretching exercise efektif dalam menurunkan intensitas nyeri haid dan dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis bagi remaja putri yang mengalami dismenorea.

References

Ariyanti, K. S., Sariyani, M. D. dan Winangsih, R. (2022). Terapi Non Farmakologis untuk Mengurangi Nyeri Haid pada Remaja di Tabanan. Jurnal Kebidanan Malakbi, 3(2), p. 58.

Artawan, I. P., Adianta, A. A. dan Damayanti, I.A.M.D. (2022). Hubungan Nyeri Haid (Dismenore Primer) Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswi Sarjana Keperawatan Tingkat Iv Itekes Bali Tahun 2022. Jurnal Riset Kesehatan Nasional, 6(2), pp. 94–99.

Ardiana, D., dan Santosa, P. (2021). Peregangan Otot untuk Mengatasi Stres dan Kecemasan pada Mahasiswa di Kota Y. Jurnal Psikologi Kesehatan, 11(1), 45-52.

Ahmad, H., Rahman, M., dan Kibria, G. (2021). Reliability and validity of Numeric Rating Scale in assessing musculoskeletal pain: A cross-sectional study. Journal of Clinical Orthopaedics, 18(4), 112–118.

Bustan, M. N., Seweng, A., dan Ernawati. (2018). Abdominal Stretching Exercise in Decreasing Pain of Dysmenorrhea among Nursing Students. Journal of Physics: Conference Series, 1028(1), 012103.

Danriani, R., dan Oviana, D. (2021). Abdominal Stretching as a Therapy for Dysmenorrhea. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 9(3), 148-152.

Diananda dan Amita. (2018). Psikologi Remaja Dan Permasalahnnya. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Islamic .Village Tangerang.

Chen, R. (2023). A Rare Secondary Dysmenorrhea Resulted from Separation of Corpus Uteri from Cervix: A Case Report dan Literature Review. Journal of Minimally Invasive Gynecology, 30(3), pp. 240–244.

Dea, R. P. (2022). Pengaruh Abdominal Stretching Exercise Terhadap Dismenore Pada Remaja Putri Di MAN Bangkalan. Gema Bidan Indonesia, 9(2), pp. 356–363.

Daley, A. J. (2022). Exercise dan Primary Dysmenorrhea: A Comprehensive dan Critical Review of the Literature. European Journal of Obstetrics dan Gynecology dan Reproductive Biology, 140(3), 3-8.

Dahlan, S.M. (2020). Besar Sampel dalam Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Seri 2 Edisi 5. Jakarta: Epidemiologi Indonesia.

Fatmawati M, Riyanti E, dan Widjanarko B. (2018). Perilaku Remaja Puteri Dalam Mengatasi Dismenore (Studi Kasus pada Siswi SMK Negeri 11 Semarang). Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2016;4(3):1036–43.

Ghozali, I. (2021). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 26. Edisi 10. Semarang: Penerbit Universits Diponegoro.

Handayani, W. (2021). Penerapan Abdominal Stretching Exercise Terhadap Intensitas Dismenore Primer Pada Remaja Putri Di Desa Sugihan Kab.Semarang. Jurnal Ners Widya Husada, 8(1), pp. 1–5.

Hasna, Sri, M., dan Iseu S. A. (2021). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Mahasiswa Universitas Siliwangi. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia. Vol. 17 No. 1, Hal 247-249.

Hidayat, A. (2009). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.

Itani, R. (2022). Primary Dysmenorrhea: Pathophysiology, Diagnosis, dan Treatment Updates. Korean Journal of Family Medicine, 43(2), pp. 101–108.

Jatmika, D. E. S. (2019). Buku Ajar Pengembangan Media Promosi Kesehatan.Yogyakarta. K-Media.

Junge, M., Sari, D., dan Putri, R. (2017). Pengaruh latihan abdominal stretching terhadap intensitas nyeri dismenorea pada remaja putri. Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi, 5(2), 123-130.

Kristianingsih, A. (2016). Faktor Risiko Dismenore Primer pada Siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP X) Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan. 1(1), 19-27.

Kaiser, E. (2018). The relationship between physical activity dan dysmenorrhea in adolescent girls: A systematic review. Journal of Adolescent Health, 63(3), 323-330.

Kuperstein, G. (2019). Endometriosis dan dysmenorrhea: Pathophysiology dan management strategies. Journal of Clinical Gynecology, 32(4), 515-522.

Kusuma, H. D., dan Hidayat, R. (2019). Efek Latihan Peregangan Otot Perut terhadap Penurunan Nyeri Punggung Bawah pada Pekerja Kantoran. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 10(2), 145-152

Kanaya, F. K., dan Susanto, R. (2024). Korelasi dismenore primer dan usia menarche pada mahasiswi kedokteran Universitas Tarumanagara. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(2), 2797–2801.

Karcioglu, O., Topacoglu, H., Dikme, O., dan Dikme, O. (2023). A systematic review of the use of the Numeric Rating Scale in the assessment of pain in clinical settings. Journal of Pain Research, 16, 55–62.

Larasati, T. A., dan Alatas, F. (2016). Dismenore primer dan faktor risiko dismenore primer pada remaja. Majority, 5(3), 79–84.

Martin, N. (2021). IBM Akupresure untuk Mengatasi Dismenore pada Remaja Putri. Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE), pp. 136–142.

Murtiningsih, M., Solihah, L., dan Yuniarti, S. (2019). The Effect of Abdominal Stretching Exercise on Dysmenorrhea in Adolescent Girls. Journal of Maternity Care and Reproductive Health, 2(3), 123–130.

Nurwana N., Yusuf S., dan Fachlevy. (2017). Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian disminorea pada remaja putri di SMA Negeri 8 Kendari Tahun 2016. Jimkesmas. 2017;2(6):1–14.

Nursyamsiana, N., Marwan, M., dan Haslinda. (2023). Efektivitas Abdominal Stretching Exercise terhadap Penurunan Nyeri Haid pada Remaja Putri. Jurnal Ilmu Kesehatan Mandiri Cendekia, 13(1).

Partiwi, N., Saleha, S. dan Mustary, M. (2021). Efektivitas Senam Dismenore Dan Abdominal Stretching Exercise Terhadap Intensitas Nyeri Haid Pada Remaja Dismenore Primer. Jurnal Berita Kesehatan, 14(1).

Puspita, D., dan Anjarwati, A. (2019). Abdominal Stretching Exercise as Non-Pharmacological Management for Primary Dysmenorrhea in Adolescents. Jurnal Empati,8(2),148-155.

Pertami, D.A.S.P. (2019). Pengaruh Latihan Abdominal Stretching Terhadap Penurunan Dismenorea Pada Remaja Putri Kelas X Di SMA Negeri 6 Denpasar. Skripsi. Prodi Sarjana Keperawatan; ITEKES Denpasar.

Park, S. H., Lee, J. H., and Kim, H. Y. (2020). Responsiveness of the Numeric Rating Scale to pain intensity changes in post-operative patients. Korean Journal of Pain, 33(3), 203–210

Pattirousamal, V. T., dan Kiding, V. (2022). Pengaruh abdominal stretching exercise terhadap penurunan dismenore pada remaja putri di Kelurahan Maloku Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar. Jurnal Penelitian Kesehatan "Suara Forikes" (Journal of Health Research "Forikes Voice"), 13(1), 88–91.

Rachmawati, A. N. dan Oktaviani, A. R. (2017). Peran Orangtua Dalam Mempersiapkan Remaja Putri Menghadapi Menarche Di Kelurahan Kadirejo Kecamatan Karanganom Kabupaten Klaten. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada. 170–176.

Ratnawati, A. (2019). Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Gangguan Sistem Reproduksi. Pustaka Baru.

Renuka, K., dan Jeyagowri, S. (2015). Primary Dysmenorrhea and Exercises. Pondicherry Journal of Nursing, 7(3), 14–22.

Sari, W. P. (2013). Efektivitas Terapi Farmakologis Dan Non- Farmakologis Terhadap Nyeri Haid (Disminore) Pada Siswi XI Di SMA Negeri 1 Pemangkat’, Universitas Tanjungpura, 53(9), pp. 1689–1699.

Sugdana, A. R., Septiani N, T. dan Nuryuniarti, R. (2021). Efektifitas Abdominal Stretching Exercise Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri’, Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas, 5(2), pp. 62–71.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif kualitatif. Edisi 2. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sudaryono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Mix Method. (Kedua). Rajagrafindo Persada.

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif. Bandung. Alfabeta.

Suiraoka, I. P., Budiani, N. N., dan Sarihati, I. G. A. D. (2019). Metodologi Penelitian Kuantitatif Bidang Kesehatan (1st ed.). Pustaka Panasea.

Salbilah, S. (2016). The Effect of Abdominal Stretching on Reducing the Level of Menstrual Pain (Dysmenorrhea) in AKPER Tjoet Nyai Dhien Bdana Aceh Female Students. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(2), 1-7.

Silaen, R. (2019). Prevalensi dysmenorrhea dan karakteristik pada remaja putri Denpasar. Jurnal Medika Udayana, 8(11).

Siregar, S. W. (2021). Pengaruh Abdominal Streching Exercise Terhadap Intensitas Nyeri Haid Pada Remaja Putri Di Desa Marsada Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan. Skripsi. Prodi Sarjana Kebidanan; UNAR di Kota Padangsidimpuan.

Suherman. (2022). Analisis Dismenore Pada Siklus Menstruasi Mahasiswi Biologi Universitas Negeri Padang. Prosiding SEMNAS BIO. pp. 629–636.

Syaiful, Y., dan Naftalin, S. V. (2018). Abdominal Stretching Exercise Menurunkan Intensitas Nyeri pada Remaja Putri. Jurnal Ilmu Kesehatan, 7(1), 269–274.

Septica, Q. W. (2024). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dismenorea Primer pada Remaja Putri. Journal of Midwifery Care, 5(1), 182–191.

Suindri, N. N., Erawati, N. L. P. S., Darmapatni, M. W. G., dan Sriasih, N. G. (2021). Primary Dysmenorrhea Intensity Between Stretching Abdominal Therapy and Acupressure to Adolescent Girls. Asian Inst Reasearch J Heal Med Sci, 4(3), 58-64.

Thermacare. (2017). Abdominal Stretching Exercise for Menstrual Pai. Therma Kinetics.

Triningsih, R.W. dan Mas’udah, E.K. (2023). Studi Literatur: Mengurangi Dismenorea Melalui Penanganan Komplementer. Jurnal Kebidanan, 12(1), pp..

Tully, M. A. (2020). The association between early menarche dan dysmenorrhea: A systematic review. Journal of Adolescent Health, 67(6), 852-860.

Upganlawar, A., Sharma, P., Yadav, P., dan Kumar, R. (2023). Efficacy of Connective Tissue Therapy and Abdominal Stretching Exercises in Primary Dysmenorrhea. Journal of Clinical and Diagnostic Research, 17(1), YC01-YC04.

Physiopedia. (2023). Numeric Pain Rating Scale. https://www.physiopedia.com/Numeric_Pain_Rating_Scale

Wahyuningsih, N., dan Setiawan, A. (2020). Pengaruh Latihan Peregangan (Stretching) terhadap Fleksibilitas Otot Punggung Bawah pada Mahasiswa Universitas X. Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(3), 233-240.

Widodo, S., Ladyani, F., Asrianto, L. O., Rusdi, Khairunnisa, Lestari, S. M. P., Wijayanti, D. R., Devriany, A., Hidayat, A., Dalfian, Nurcahyati, S., Sjahriani, T., Armi, Widya, N., dan Rogayah. (2023). Metodologi Penelitian. In Cv Science Techno Direct.

Published

26-12-2025

How to Cite

Widiantari, N. K. E., Sriasih, N. G. K., & Mahayati, N. M. D. (2025). Perbedaan Nyeri Haid (Dismenorea) Sebelum dan Sesudah Dilakukan Abdominal Stretching Exercise pada Remaja Putri. Jurnal Berita Kesehatan, 18(2), 109–119. https://doi.org/10.58294/jbk.v18i2.335