Gambaran Faktor Risiko Stunting pada Balita di UPTD Puskesmas Kintamani VI 2025
DOI:
https://doi.org/10.58294/jbk.v18i2.341Keywords:
Balita, Faktor risiko, StuntingAbstract
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam waktu lama, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Gangguan ini dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang pada kesehatan, menurunkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko kejadian stunting pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kintamani VI tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 54 ibu yang memiliki balita stunting, yang dipilih berdasarkan data kohort balita dan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Jenis data yang digunakan meliputi data primer melalui wawancara terstruktur mengenai pemberian MP-ASI menggunakan instrumen yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta data sekunder dari catatan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki berat badan lahir normal (79,6%), riwayat pemberian ASI eksklusif (72,2%), serta pemberian MP-ASI yang tepat (64,8%). Selain itu, sebagian besar ibu tidak mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) saat hamil (85,2%). Berdasarkan hasil ini, diharapkan pihak puskesmas dan tenaga kesehatan khususnya bidan dapat lebih cermat dalam melakukan skrining faktor risiko stunting dan meningkatkan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi optimal selama masa kehamilan dan awal kehidupan anak.
References
Adhani, J. P., Lahdji, A., dan Faizin, C. 2024. Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Karanganyar I Kabupaten Demak. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 11(2), 430–439. https://doi.org/10.33024/jikk.v11i2.10600
Apriluana, G., dan Fikawati, S. 2018. Analisis Faktor-Faktor Risiko terhadap Kejadian Stunting pada Balita (0-59 Bulan) di Negara Berkembang dan Asia Tenggara. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Vol. 28(4), 247–256 Aprilia, D. 2022. Perbedaan Risiko Kejadian Stunting Berdasarkan Umur Dan Jenis Kelamin. Jurnal Kebidanan, 11(2), 25–31. https://doi.org/10.47560/keb.v11i2.393.
Astuti, W. J. S., Sayekti, S. D., Suryo, A. 2025. Modeling environmental interactions and collaborative interventions for childhood stunting: A case from Indonesia. Dialogues in Health. 6 (2025) 100206.
Amalia, T. 2022. Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian stunting pada anak usia 6–23 bulan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) tahun 2018: Analisis data sekunder Riskesdas 2018 (Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta). Candra, A. 2020.Epidemiologi Stunting. Semarang:Universitas Diponegoro. ISBN:978-623-7222-63-7.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli. 2023. Profil Kesehatan Kabupaten Bangli Tahun 2022. Bangli: Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli. 2024. Profil Kesehatan Kabupaten Bangli Tahun 2023. Bangli: Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli.
Faradila, F. 2021. Determinan Pemberian MPASI Pada Bayi Usia 6-24 Bulan di Posyandu Balita Dewi Sartika Kecamatan Tandes Surabaya. Skripsi. Program Studi S1 Ilmu Keperawatan (STIKES Hangtuah). Surabaya.
Hanum, N. 2019. Hubungan Tinggi Badan Ibu dan Riwayat Pemberian MP-ASI dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan. Amerta Nutrition, 3(2): 78-84. doi: 10.2473/amnt.v3i2.2019.78-84
Hastuty, M. 2020. Hubungan Anemia Ibu Hamil dengan Kejadian Stunting pada Balita di UPTDD Puskesmas Kampar tahun 2018. Jurnal Doppler, Vol 4 No. 2 Page 112. ISSN 2580-3123
Jariah, N., Arfa, U., Fajhriani N, D., Sari, Y. N., dan Januarti, U. D. 2024. Dampak Stunting Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini. Jurnal Ilmiah Cahaya Paud, 6(1), 33–38. https://doi.org/10.33387/cahayapd.v6i1.7922.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2018. Petunjuk Teknis: Pendidikan Gizi dalam Pemberian Makanan Tambahan Lokal Bagi Ibu Hamil dan Balita. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kemenkes RI. 2019. Strategi Penurunan AKI dan Neonatal. In Rakernas Jakarta.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2021. Laporan Kinerja Kementerian Kesehatan 2021. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2024. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. 2024. Tersedia pada: https://www.kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2023.
Kartini, A., Karra, D., Arief, Y. S., & Probowati, R. 2021. The effect of nutrition education intervention towards nutritional behavior of mother in stunting children: A systematic review. STRADA Jurnal Ilmiah Kesehatan, 10(1), 94–103
Mentari, S., dan Hermansyah, A. 2018. Faktor yang berhubungan dengan status stunting anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja UPK Puskesmas Siantan Hulu.Pontianak Nutrition Journal, 01 (01), 1-4.
Nurjanah, L. 2018.Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Kejadian Stunting di wilayah kerja UPT Puskesmas Klecorejo Kabupaten Madiun Tahun 2018. Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun, Madiun.
Permatananda, P., dan Pandit, I. G. S. 2023. Pencegahan Stunting Pada Kelompok Posyandu Desa Bayung Gede, Kintamani. Journal Of Human (2), 257–261. http://jahe.or.id/index.php/jahe/article/view/219%0Ahttps://jahe.or.id/inde x.php/jahe/article/download/219/117.
Putri, I. S. S., Sri, T., dan Dewi, P. 2023. Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dan Mpasi Dengan Kejadian Stunting. Motorik: Jurnal Ilmu Kesehatan. Vol. 18, No. 1 Maret 2023, Hal. 7-14 E-ISSN 2685-1210.
Putri, R., & Illahi, M. 2017. Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu dalam pemberian ASI eksklusif. Indonesia Jurnal Kebidanan, 8(1), 1– 7.
Pratama, A. A. N. 2021. Metodologi Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Syria Studies. Tersedia pada: https://www.researchgate.net.
Riskesdas Jakarta. 2018. Prevalensi BBLR Di Indonesia. In Riset Kesehatan Dasar.
Rahayu, A., Fahrini, Y., Andini, O. P., dan Lia, A. 2018. Buku Referensi Study Guide-Stunting dan Upaya Pencegahannya bagi Mahasiswa Kesehatan Masyarakat. CV Mine: Yogyakarta.
Ruaida, N., dan Soumokil, O. 2018. Hubungan Status KEK Ibu Hamil dan BBLR dengan Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Tawiri Kota Ambon. J. Kesehatan Terpadu (Integrated Heath Journal). 9(2), 1- 7
Sania, M., & Subiyatin, A. 2023. Hubungan pengetahuan MPASI dan self-efficacy dengan stunting pada balita di Puskesmas Kelurahan Pamulang. Jurnal Ilmiah Bidan (JIB), 8(3), 134–140.
Septikasari, M. 2018. Status Gizi dan Faktor yang Mempengaruhi. Yogyakarta.UNY Pres. 21-24.
Susanto dan Hebert, A. 2021. Faktor Risiko Dari Ibu Pada Kejadian Balita Stunting. Sriwijaya Journal of Medicine, Volume 4 No.3 2021, Hal 143-149, DOI: 10.32539/SJM.v4i3.118
Sudarma, A. Trisnadewi, Wiwik, O., Asnawati, M., dan Trismanjaya, H. 2021.
Metodologi Penelitian Kesehatan. Denpasar: Yayasan Kita Menulis.
Sukiman, M. R., Bamahry, A., Irwan, A. A., Laddo, N., dan Arifin, A. F. 2022. Faktor-Faktor Risiko Terjadinya Stunting pada Balita di Puskesmas Kassi- Kassi Kota Makassar Periode Januari 2022. Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 2(9), 656–667. https://doi.org/10.33096/fmj.v2i9.121
Susanto, S., dan Adrianto, H. 2021. Faktor Risiko Dari Ibu Pada Kejadian Balita Stunting. Sriwijaya Journal of Medicine, 4(3), 143–149. https://doi.org/10.32539/sjm.v4i3.133
Surmita, Noparini, I., Maryati, D., Witri, P., dan Mona, F. 2019. Hubungan Tinggi Badan Orang Tua dan Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Riset Kesehatan Poltekes Dekpes Bandung,Volume 11, No 1, Tahun 2019.
Widati, S., Gunawan, A. M. I., dan Waryana. 2017. Risiko KEK Ibu Hamil Terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Wilayah Puskesmas Kokap I Kabupaten Kulon Progo. Public Health Hygine Preventive Medicine.
WHO. 2018.Global Nutrition Targets 2025 Stunting Policy Brief. WHO.Geneva Wahyuni, W., Yunus, M. A., Madika, R. C., Maulidya, A. B., Adabiah, S. R., dan Mujiningtyas, T. R. J. 2023. Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Di Lahan Basah. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4), 5759–5768. https://doi.org/10.31004/jkt.v4i4.21396.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ni Wayan Selpiani, Ni Komang Erny Astiti, Ni Luh Putu Sri Erawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi Creative Commons CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.






