Analisis Hasil CT Scan Urografi Dengan Klinis Batu Ureter Pada Ureterovesical Junction (UVJ) Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.58294/jbk.v18i2.316Keywords:
CT Urography, Batu Ureter, Ureterovesical Junction, RadiologiAbstract
Batu ureter merupakan salah satu permasalahan urologi yang sering menyebabkan obstruksi saluran kemih dan dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani secara tepat. Salah satu lokasi tersering terjadinya impaksi batu adalah Ureterovesical Junction (UVJ), yaitu bagian distal ureter yang secara fisiologis merupakan titik penyempitan. Obstruksi pada area ini dapat menghambat aliran urin dari ginjal ke kandung kemih sehingga berpotensi menimbulkan hidroureter, hidronefrosis, nyeri akut, serta gangguan fungsi ginjal. Dalam menegakkan diagnosis batu ureter, diperlukan modalitas pencitraan yang memiliki sensitivitas dan spesifisitas tinggi. CT Scan Urografi saat ini menjadi standar emas dalam pemeriksaan batu saluran kemih karena mampu memberikan gambaran anatomi dan patologi secara detail, cepat, dan akurat, termasuk menentukan lokasi, ukuran, kepadatan batu, serta dampaknya terhadap sistem panggul dan ureter. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan ketidaksesuaian antara hasil pemeriksaan CT Scan Urografi dengan manifestasi klinis pada pasien batu ureter di Ureterovesical Junction (UVJ) yang menjalani pemeriksaan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara pasien, serta telaah hasil pemeriksaan pencitraan radiologi. Hasil pemeriksaan CT Scan Urografi menunjukkan adanya batu ureter distal kanan berukuran sekitar ±0,5 cm pada UVJ yang menyebabkan hidroureter dan hidronefrosis derajat II. Temuan radiologis tersebut sejalan dengan keluhan klinis pasien berupa nyeri pinggang yang menjalar ke perut bagian bawah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa CT Scan Urografi efektif dalam mendeteksi batu ureter serta menilai dampaknya, sehingga berperan penting dalam penegakan diagnosis dan perencanaan penatalaksanaan medis yang tepat dalam pelayanan kesehatan.
References
Alwiyah, F., Rudiyanto, W., Indria Anggraini, D., & Windarti, I. (2024). Anatomi dan Fisiologi Ginjal: Tinjauan Pustaka. Tinjauan Pustaka Medula, 14(2), 285–289.
Amraini, & Saputro Annila Suryo. (2024). Prosedur Pemeriksaan CT-Scan Urografi Kontras Pada KasusKista Ginjal Di RSUP Persahabatan. Journal of Educational Innovation and Public Health, 2(1), 107–115.
Angella, S., Annisa, & Nurhabibah, N. S. (2021). CT.Scan Urographic Examination Procedure With Clinical Urinary Tract Stones in Radiological Instalation of Awal Bros Hospital. Journal of STIKes Awal Bros Pekanbaru, 2(2), 16–21.
Anggara, A. D., & Aryani, N. P. (2020). Effect of Digital Radiography (DR) Exposure Factor on Contrast Value of Phantom Image as Artificial Organ. Jurnal Fisika, 10(2), 19–26. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jf/index
Ardita, A., Permatasari, D., & Sholihin, R. M. (2021). Diagnosis: Urolithiasis. Lab Animal, 10(1), 35–46. https://doi.org/10.1038/laban0903-24
Azizah, M., Edy, M., & Heru, N. (2023). Pemeriksaan CT Scan Urografi Kontras Dengan Kasus Kista Ginjal Di Rumah Sakit Pelni. J. Ked. Mulawarman, 10 (3), 94
Brain, O., & Instalasi, D. I. (2020). 1508026020_RIZQI AMALIYAH_Full Skripsi - Rizqi Amaliyah. dr. Hadi Sarosa, M. K. (2024). Sistem Urinaria. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Faradilah, I. (2020). ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSA MEDIS POST OP BATU URETER SINISTRA HARI KE-0 DI RUANG G2 RUMKITAL Dr. RAMELAN SURABAYA. 2507(February), 1–9.
Fulgham, P. F., Assimos, D. G., Pearle, M. S., & Preminger, G. M. (2013). Clinical effectiveness protocols for imaging in the management of ureteral calculous disease: AUA technology assessment. Journal of Urology, 189(4), 1203–1213. https://doi.org/10.1016/j.juro.2012.10.031
Haq, M., Prasetya, I. M. L., & Mahendrayana, I. M. A. (2025). ANALISIS PEMERIKSAAN CT SCAN UROGRAFI PADA KLINIS HIDRONEFROSIS DI RS TK II PELAMONIA MAKASSAR. Syntax Literate: Journal Ilmiah Indonesia, 10(2), 1192–1203.
Haryadi, Kaniya, T. D., & Uyun, D. (2020). Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Ct-Scan Non Kontras Pada Pasien Batu Saluran Kemih Pendahuluan. 11(1), 284–291. https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i2.272
Hasanah, U. (2016). MENGENAL PENYAKIT BATU GINJAL. Jurnal Keluarga Sehat Sejahtera, Vol. 14(28), 76–85. Hidayati, R. K. (2018). perbandingan akurasi USG dan CT SCAN tanpa Kontras dalam mendeteksi batu saluran kemih. In perbandingan akurasi USG dan CT SCAN tanpa Kontras dalam mendeteksi batu saluran kemih.
Isnaini, G. (2024). PENERAPAN HIPNOSIS 5 JARI TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OP BATU URETER DI RUANGAN MAWAR RSUD dr. SOEHADI PRIJONEGORO SRAGEN. Eprints.Aiska-University Ac. Id, 1–53.
Kelly Glazer; Isabel J. Brea; Stephen W. Leslie; Pradeep Vaitla. (2024). Ureterolithiasis. StatPearls [Internet]. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560674/
Khumaeroh, A., & Sukmarini, L. (2022). MANAJEMEN NYERI AKUT PADA PASIEN DENGAN BATU URETER LEVEL UVJ DAN BATU GINJAL DEXTRA. Journal of Telenursing (JOTING), 4(2), 1012–1020.
Krishnappa, N., Khan, A., & Sakranaik, S. (2017). Role of dilatation of intramural ureter in patients with lower urinary tract symptoms (LUTS) in UVJ and pre UVJ calculus: an observational study. International Surgery Journal, 5(1), 205. https://doi.org/10.18203/2349-2902.isj20175896 labster theory, P. (n.d.). Uretra.
Lubis, A. J. (2020). Pemanfaatan Ct-Scan (Computer Tomography) Dalam Dunia Medis. Snastikom 2020, 393–398. www.snastikom.com Nariswari, N. N. (2018). Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember PENGARUH WORD OF MOUTH Digital
Netiyani, N. (2022). Analisis Teknik Pemeriksaan CT Scan Urografi Non Kontras Klinis Batu Ginjal Dengan 3D Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi. Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Jakarta II.
Daryanto. (2018). Panduan Penatalaksanaan Klinis Batu Saluran Kemih. In Ikatan Ahli Urologi ndonesia (IAUI). NordVPN, & Higgins, M. (2023). EternalBlue: What it is and how it works. NordVPN, 15, 93–94. https://doi.org/10.37532/1755-5191.2023.15)
Noveranty, A., Purwaningsih, S., & Fendriani, Y. (2024). Analisis Pengaruh Variasi Faktor Eksposi Pada CT Scan Terhadap Kualitas Citra Dan Dosis Radiasi Pada Pemeriksaan Abdomen. 9(3), 53– 59. prudential.co.id.
Silalahi, M. K. (2020). Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit Batu Saluran Kemih Pada di Poli Urologi RSAU dr. Esnawan Antariksa. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 12(2), 205–212. https://doi.org/10.37012/jik.v12i2.385
Siloam Hospitals Lippo Village - Biaya, Tindakan Medis, Fasilitas, dan Dokter - Alodokter. (2025). 2025 Alodokter. https://www.alodokter.com/cari-rumahsakit/siloam-hospitals-lippo-village
Song, H. J., Cho, S. T., & Kim, K. K. (2010). Investigation of the location of the ureteral stone and diameter of the ureter in patients with renal colic. Korean Journal of Urology, 51(3), 198–201. https://doi.org/10.4111/kju.2010.51.3.198
Syeh Alzufri, H., & Nurmiati, D. (2023). Pengaruh Parameter Ct Untuk Optimisasi Dosis Radiasi Dan Kualitas Citra CT Scan Pada Pemeriksaan Kepala Dan Abdomen Di Rs Sentra Medika Cibinong. Prosiding Seminar SiINTAN, 3(1), 17–22. https://doi.org/10.53862/ssi.v3.092023.003
Veranita. (2023). Modalitas Pemeriksaan Radiologi untuk Diagnosis Batu Saluran Kemih. Cermin Dunia Kedokteran, 50(1), 53–56. https://doi.org/10.55175/cdk.v50i1.341 Wahyuni, S., & Amalia, L. (2022). Perkembangan Dan Prinsip Kerja Computed Tomography (CT Scan). GALENICAL : Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh, 1(2), 88. https://doi.org/10.29103/jkkmm.v1i2.8097
Widiana, A. (2021). Asuhan Keperawatan Pada Tn. S Dengan Batu Ureter Post Op Ureterolitotomi Hari Ke 0 Di Ruang Baitus Salam 1 Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Karya Tulis Ilmiah. http://repository.unissula.ac.id/23512/1/D3 Ilmu Keperawatan_40901800006_fullpdf.pdf
Wulandari, D., Putu, I., & Kusman. (2023). Evaluasi Implementasi Proteksi Radiasi Di Ruang Radiologi Intervensi Instalasi RIR RSUP Prof, Dr, I.G.N.G Ngoerah. Jurnal Ilmiah Multi Disiplin Indonesia, 2(3), 604–619.
Zulaika Harissya, N., dr Anggi Setiorini, Mk., & Muji Rahayu, A. (2023). Ilmu Biomedik Untuk Perawat Penerbit Cv.Eureka Media Aksara.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sindi Yuliarti, Mustika Fatimah, Anisah Anisah, Zanariah Zanariah, Muslimah Putri Utami

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi Creative Commons CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.






