Makna Sosial Budaya di Balik Praktik Inovasi “Gerimis Terus” dalam Pencegahan Stunting di Kota Palopo

Stunting, Gerimis Terus, makna sosial budaya, inovasi kesehatan, perubahan perilaku

Authors

  • Arman Arman Program Megister Kesehatan, Universitas Mega Buana Palopo, Indonesia
  • Arlin Adam Program Megister Kesehatan, Universitas Mega Buana Palopo, Indonesia
  • Andi Alim Program Megister Kesehatan, Universitas Mega Buana Palopo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58294/jbk.v17i1.276

Keywords:

Continuous Drizzle, Health innovation, behavioral change, Stunting, cultural meaning

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna sosial dan budaya di balik pelaksanaan inovasi “Gerimis Terus” sebagai strategi pencegahan stunting di Kota Palopo. Program ini merupakan gerakan minum susu dan makan telur rebus secara rutin yang menyasar anak-anak, ibu hamil, dan balita. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan informan yang terdiri dari petugas kesehatan, kader posyandu, tokoh masyarakat, ibu hamil, dan ibu balita. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program “Gerimis Terus” memiliki makna sosial dan budaya yang kuat bagi masyarakat. Program ini diterima dengan antusias karena dinilai relevan dengan nilai-nilai lokal seperti gotong royong dan kepedulian terhadap kesehatan generasi penerus. Interaksi sosial antara petugas kesehatan, kader, dan masyarakat berjalan efektif berkat komunikasi yang baik dan peran aktif semua pihak. Masyarakat menunjukkan adaptasi yang positif, terlihat dari perubahan perilaku konsumsi gizi dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan. Faktor sosial budaya, seperti nilai kekeluargaan, mendukung keberhasilan program, meskipun masih ditemukan hambatan berupa kebiasaan makan atau pemahaman yang belum merata. Secara keseluruhan, program ini memberi dampak nyata terhadap perubahan kebiasaan dan pola pikir masyarakat terkait pencegahan stunting. Penelitian ini merekomendasikan agar inovasi “Gerimis Terus” terus dikembangkan dengan memperkuat dukungan lintas sektor, memperluas jangkauan sasaran, serta memperhatikan dinamika sosial budaya lokal sebagai kekuatan dalam mendorong perubahan perilaku kesehatan masyarakat.

References

Achjar, K. A. H., Rusliyadi, M., Zaenurrosyid, A., Rumata, N. A., Nirwana, I., & Abadi, A. (2023). Metode Penelitian Kualitatif: Panduan Praktis untuk Analisis Data Kualitatif dan Studi Kasus. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Anita, A. A., & Jamilah, S. (2024). “Informed Consent” Dari Perspektif Hukum Dan Kesehatan. Deepublish.

Arina, N. (2023). Kesiapsiagaan Orangtua Menghadapi Stunting di Desa Lakawali Pantai Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo.

Astari, T., Indraswari, S. H., & Sari, V. R. (2025). Ayo Makan Sehat! Panduan Cerdas dan Menyenangkan Untuk Guru dan Orang Tua. Cv. Edupedia Publisher.

Bahar, M. S., Nurhayati, A., Sulanam, S., Huda, M. N., Wasid, W., & Mahfudh, H. (2022). Model Partisipasi Berbasis Komunitas dalam Pembangunan Desa: Potret Masyarakat Samin dan Tengger di Jawa Timur. Pustaka Idea.

Danar, O. R. (2022). Teori Governance. Deepublish.

Iskandar, A. M. (2021). Negara dan Politik Kesejahteraan. Gramedia Pustaka Utama.

Kemenkes RI. (2022). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022. In Kementrian Kesehatan.

Listianto, D. A. (2024). Efektivitas Program Gerpas (Gerakan Peduli Anak Stunting) dalam Penurunan Angka Stunting di Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan. IPDN.

Rusman, R. (2022). Peran Pemerintah Kelurahan Dalam Memberdayakan Masyarakat Nelayan di Jampue Kabupaten Pinrang (Analisis Ekonomi Syariah). IAIN Parepare.

Sabaggalet, Y. (2024). Harta Tersembunyi: Menggali Potensi Kapital Sosial untuk Mengentaskan Kemiskinan dan Mengatasi Stunting. CV. Haqi Paradise Mediatama.

Sitasari, N. W. (2022). Mengenal Analisa Konten dan Analisa Tematik dalam Penelitian Kualitatif. Forum Ilmiah, 19(1), 77–84.

Sulaiman, E. S. (2021). Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kesehatan: Teori dan Implementasi. UGM Press.

Wita, G., & Mursal, I. F. (2022). Fenomenologi dalam Kajian Sosial Sebuah Studi tentang Konstruksi Makna. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 6(2), 325–338.

World Bank. (2022). Melangkah Maju: Inisiatif Lokal Dalam Menurunkan Stunting di Indonesia. World Bank.

Zahroh, N. I., Nasution, L. A., Tazqia, A. D., Faiha, H. A. I., & Nurhayati, D. (2025). Strategi Pengumpulan Data dalam Penelitian Kualitatif: Teknik, Tantangan dan Solusinya. Tarbiyatul Ilmu: Jurnal Kajian Pendidikan, 3(6), 107–118.

Zaman, N. (2024). Pemasaran Sosial Untuk Kesehatan Masyarakat. Penerbit Adab.

Downloads

Published

05-07-2025

How to Cite

Arman, A., Adam, A., & Alim, A. (2025). Makna Sosial Budaya di Balik Praktik Inovasi “Gerimis Terus” dalam Pencegahan Stunting di Kota Palopo: Stunting, Gerimis Terus, makna sosial budaya, inovasi kesehatan, perubahan perilaku. Jurnal Berita Kesehatan, 18(1), 264–277. https://doi.org/10.58294/jbk.v17i1.276