Jurnal Berita Kesehatan
https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK
<p>Jurnal Berita Kesehatan (JBK) merupakan bagian dari LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari, Makassar. JBK merupakan wadah publikasi illmiah untuk peneliti, dosen, dan praktisi kesehatan secara umum. JBK pertama kali diterbitkan dengan ISSN <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2356-1068"><strong>2356-1068</strong></a> Volume 1 No. 1 pada tahun 2014 yang menerbitkan jurnal sebanyak dua kali dalam setahun. Awal JBK saat belum bergabungnya dua nama yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan dan Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar. Saat pertama kali, JBK dibawah naungan STIKPER pada tahun 2014 dan beralih menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari pada bulan Agustus 2019. Saat ini artikel yang diterbitkan oleh JBK telah dilakukan telaah bersama teman sejawat yang memiliki keahlian yang relavan.</p>Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sarien-USJurnal Berita Kesehatan2356-1068<h1 class="page_title">Hak Cipta dan Lisensi</h1> <div class="page"> <div class="page"> <p>Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.</p> <h3>Penulis menyatakan bahwa:</h3> <ul> <li>kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;</li> <li>naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;</li> <li>naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;</li> <li>publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;</li> <li>naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;</li> </ul> <h2>Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi</h2> <ul> <li>Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.</li> <li>Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.</li> <li>Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).</li> </ul> <h2>Pernyataan Lisensi <em>Creative Commons </em>CC BY 4.0</h2> <h3>Anda diperbolehkan:</h3> <ul> <li><strong>Berbagi</strong> — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;</li> <li><strong>Adaptasi</strong> — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.</li> </ul> <h3>Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.</h3> <ul> <li><strong>Atribusi</strong> — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.</li> <li><strong>Tidak ada pembatasan tambahan</strong> — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.</li> </ul> </div> </div>Analisis Hubungan Intensitas Penggunaan Gadget Dan Perkembangan Sosial Anak Usia Pra Sekolah
https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/410
<p>Masa prasekolah dianggap sebagai “masa emas” dalam perkembangan anak, terutama dalam aspek sosial. Namun, penggunaan <em>gadget</em> yang semakin meningkat pada usia dini menimbulkan kekhawatiran serius, karena dapat mengganggu kemampuan komunikasi, empati, dan interaksi sosial anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara durasi penggunaan <em>gadget</em> dan perkembangan sosial anak-anak prasekolah di Taman Kanak-Kanak Fastabiqul Khaerat di Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian adalah 48 anak berusia 4 hingga 6 tahun yang dipilih melalui metode sampling total. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner penggunaan <em>gadget</em> dan kuesioner perkembangan (KPSP). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas anak menggunakan <em>gadget</em> lebih dari 60 menit per hari. Hasilnya terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara durasi penggunaan <em>gadget</em> dan tingkat perkembangan sosial anak-anak dengan p-valeu 0,014<0,05 Penggunaan <em>gadget</em> yang berlebihan cenderung berdampak negatif pada perkembangan sosial anak prasekolah. Penggunaan <em>gadget</em> yang berlebihan cenderung berdampak negatif pada perkembangan sosial anak prasekolah. Oleh karena itu, peran orang tua dan pendidik sangat penting untuk mengontrol durasi penggunaan <em>gadget</em> sekaligus memberikan stimulus sosial langsung guna mencapai perkembangan optimal.</p>Haerani HaeraniNurul Hidayah BohariHusnul KhatimahAndi Ika Wahyuni
Copyright (c) 2026 Haerani Haerani, Nurul Hidayah Bohari, Husnul Khatimah, Andi Ika Wahyuni
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-302026-06-3019110912010.58294/jbk.v19i1.410Perbedaan Skala Dismenore Primer Sebelum dan Sesudah Pemberian Minyak Serai pada Siswi SMA Negeri 5 Denpasar
https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/348
<p>Dismenore primer merupakan gangguan menstruasi berupa kram perut bagian bawah yang sangat umum dialami oleh remaja putri akibat kontraksi otot uterus yang berlebihan. Kondisi ini sering kali berdampak negatif pada produktivitas harian, seperti penurunan konsentrasi belajar hingga ketidakhadiran siswi di sekolah. Minyak serai hadir sebagai alternatif terapi nonfarmakologis yang mengandung senyawa aktif seperti sitronelal dan geraniol yang bersifat analgesik, antiinflamasi, serta mampu memberikan efek relaksasi pada otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan skala nyeri dismenore primer sebelum dan sesudah pemberian minyak serai pada siswi di SMA Negeri 5 Denpasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan rancangan <em>one group pre-test post-test.</em> Penelitian dilakukan terhadap 30 responden remaja putri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Prosedur intervensi melibatkan pengolesan minyak serai sebanyak 7 semprotan pada area perut bagian bawah selama 15 detik saat nyeri muncul di hari pertama menstruasi. Pengukuran tingkat nyeri dilakukan sebelum dan sesudah intervensi, kemudian data dianalisis menggunakan uji peringkat bertanda Wilcoxon. Hasil analisis data mengungkapkan adanya penurunan signifikan pada nilai median skala nyeri, yaitu dari 3,00 pada saat pre-test menjadi 2,50 pada saat post-test. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p sebesar 0,001 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan yang bermakna secara statistik. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan minyak serai efektif dalam meredakan nyeri dismenore primer. Oleh karena itu, minyak serai sangat direkomendasikan sebagai pilihan penanganan nonfarmakologis yang aman, ekonomis, dan praktis bagi remaja putri.</p>IGAM Deva Nimmita SukmaNi Wayan SuarnitiGusti Ayu Marhaeni
Copyright (c) 2026 IGAM Deva Nimmita Sukma, Ni Wayan Suarniti, Gusti Ayu Marhaeni
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-302026-06-3019111410.58294/jbk.v19i1.348Hubungan Lama Menjalani Hemodialisis Dengan Kepatuhan Pembatasan Cairan Di Rumah Sakit Umum Daerah Undata
https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/398
<p>Penyakit ginjal kronis (PGK) stadium akhir memerlukan terapi hemodialisis secara rutin serta kepatuhan dalam pembatasan cairan untuk mencegah komplikasi seperti peningkatan <em>interdialytic weight gain</em> (IDWG), hipertensi, dan gangguan kardiovaskular. Namun, kepatuhan pasien masih menjadi tantangan dalam praktik klinis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama menjalani hemodialisis dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien PGK. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Sampel berjumlah 54 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>accidental sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan uji Spearman Rank pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori lama menjalani hemodialisis kategori 1 (61,1%) dan memiliki tingkat kepatuhan pembatasan cairan tinggi (55,6%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara lama menjalani hemodialisis dengan kepatuhan pembatasan cairan (p = 0,139; r = -0,204). Disimpulkan bahwa lama menjalani hemodialisis tidak berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan pembatasan cairan. Faktor psikososial dan dukungan keluarga diduga memiliki peran yang lebih dominan dalam memengaruhi kepatuhan pasien.</p>Syamsul Alam NatsirHelmy RumboEva Kolifatun Khasanah
Copyright (c) 2026 Syamsul Alam Natsir, Helmy Rumbo, Eva Kolifatun Khasanah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-302026-06-30191738310.58294/jbk.v19i1.398Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Dengan Asam Asetat) Pada Wanita Usia Subur Di Desa Setulang Kabupaten Malinau
https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/393
<p><strong>Latar Belakang: </strong>Kanker serviks masih menjadi ancaman kesehatan utama bagi perempuan di Indonesia, khususnya pada wanita usia subur (WUS). Deteksi dini melalui pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) merupakan strategi yang efektif, terjangkau, dan aplikatif di layanan kesehatan tingkat pertama. Namun, tingkat partisipasi WUS dalam pemeriksaan IVA masih tergolong sangat rendah. Di Desa Setulang, Kabupaten Malinau, dari 172 WUS hanya 6 orang (3,4%) yang melakukan pemeriksaan IVA pada tahun 2025. <strong>Tujuan: </strong>Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur di Desa Setulang Kecamatan Malinau Selatan Hilir Kabupaten Malinau. <strong>Metode: </strong>Penelitian kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em>. Populasi adalah seluruh WUS di Desa Setulang sebanyak 172 orang. Sampel berjumlah 108 responden dengan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji <em>Chi-Square</em> dan <em>Fisher Exact</em>. <strong>Hasil: </strong>Mayoritas responden berpengetahuan kurang (40,7%), akses kepelayanan kesehatan kategori sedang (48,1%), dan keluarga tidak mendukung (53,7%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA (<em>p</em> = 0,003), hubungan antara akses kepelayanan dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA (<em>p</em> = 0,009), dan hubungan antara dukungan keluarga dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA (<em>p</em> = 0,008). <strong>Kesimpulan: </strong>Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, akses kepelayanan, dan dukungan keluarga dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA pada WUS di Desa Setulang. Disarankan peningkatan intensitas promosi kesehatan partisipatif dan kolaborasi untuk meningkatkan infrastruktur akses ke Puskesmas.</p>Rika TimangRisnawati RisnawatiRidha WahyuniSiti Raudah
Copyright (c) 2026 Rika Timang, Risnawati Risnawati, Ridha Wahyuni, Siti Raudah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-302026-06-30191576410.58294/jbk.v19i1.393Hubungan Pengetahuan Dan Dukungan Keluarga Dengan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini Pada Ibu Post Partum
https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/385
<p><strong>Latar belakang: </strong>Inisiasi Menyusu Dini (IMD) pada ibu postpartum merupakan upaya penting dalam menunjang keberhasilan ASI eksklusif. Di RSUD Malinau, program IMD belum berjalan optimal karena kurangnya pengetahuan ibu dan lemahnya dukungan keluarga. <strong>Tujuan: </strong>Mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan dukungan keluarga dengan pelaksanaan IMD pada ibu <em>post partum</em> di ruang bersalin RSUD Malinau. <strong>Metode: </strong>Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan <em>cross sectional. </em>Populasi adalah seluruh ibu yang melahirkan normal di RSUD Malinau berjumlah 30 orang dengan teknik <em>accidental sampling. </em>Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tervalidasi. Analisis data menggunakan <em>Fisher’s exact test. </em><strong>Hasil: </strong>Mayoritas ibu memiliki pengetahuan baik sebanyak 19 responden (63,3%), dukungan keluarga mayoritas mendukung sebanyak 21 responden (70,0%), dan pelaksanaan IMD mayoritas berhasil sebanyak 22 responden (73,3%). Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan ibu dengan pelaksanaan IMD (p = 0,001) dan terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan pelaksanaan IMD (p = 0,032). <strong>Kesimpulan: </strong>Ibu yang memiliki pengetahuan baik dan mendapat dukungan keluarga cenderung berhasil melaksanakan IMD. Diharapkan ibu lebih proaktif mencari informasi tentang IMD sejak masa kehamilan dan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya pelaksanaan IMD.</p>Sarah Ruth NikijuluwDwi HartatiTuti MeihartatiIda Hayati
Copyright (c) 2026 Sarah Ruth Nikijuluw, Dwi Hartati, Tuti Meihartati, Ida Hayati
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-302026-06-30191374410.58294/jbk.v19i1.385Pengaruh Pelatihan K3, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja terhadap Produktivitas Kerja Perawat RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar
https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/419
<p>Pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja memberikan pengaruh besar terhadap peningkatan produktivitas kerja. Produktivitas kerja yang tinggi sangat penting bagi rumah sakit, sebab produktivitas kerja sangat erat kaitannya dengan hasil yang akan dicapai. Untuk menghasilkan produktivitas kerja yang tinggi, rumah sakit harus memiliki sumber daya manusia yang baik, melakukan kerja yang berkualitas khususnya pengelolaan sumber daya manusia yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap produktivitas kerja pada perawat di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dengan metode observasional analitik dan rancangan cross sectional study. Populasi penelitian sebanyak 204 perawat RSUP. Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Jumlah sampel penelitian sebanyak 135 perawat yang bertugas di RSUP. Dr. Tadjuddin Chalid Makassar yang diambil dengan menggunakan metode Accidental sampling. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji regresi linier berganda pada tingkat kepercayaan 95% (a=0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh siginifikan antara variabel pelatihan K3 (a=0,004), kesehatan kerja (a=0,041), Keselamatan kerja (a=0,000). Di RSUP. Dr Tadjuddin Chalid Makassar terdapat Pengaruh antara Pelatihan K3, Kesehatan dan Kelamatan terhadap Produktivitas Kerja Perawat, kurangnya implementasi program K3, pelatihan dan evaluasi terhadap penerapan SOP sehingga masih sering terjadi kecelakaan kerja. Oleh karena itu, peningkatan implementasi program K3 diperlukan untuk mendukung produktivitas kerja perawat.</p>Rasmi AjiIlma Helmalia PutriNurwadia Sri Putri RahmadaniPutri Zulaeka
Copyright (c) 2026 Rasmi Aji, Ilma Helmalia Putri, Nurwadia Sri Putri Rahmadani, Putri Zulaeka
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-302026-06-301919510810.58294/jbk.v19i1.419Hubungan Pola Hidup Dengan Kejadian Hipertensi
https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/373
<p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Hipertensi merupakan faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskular seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal, yang berkontribusi besar terhadap angka kesakitan dan kematian. Prevalensi hipertensi di Provinsi Sulawesi Barat berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 sebesar 34,77%, yang lebih tinggi dibandingkan prevalensi nasional sebesar 34,11%. Sedangkan prevalensi hipertensi di Kabupaten Mamuju tercatat sebesar 32,82%. Faktor risiko utama terhadap kejadian hipertensi adalah pola hidup individu. Pola hidup yang tidak sehat seperti konsumsi garam berlebih, kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik, serta pola makan tinggi lemak telah terbukti secara signifikan berhubungan dengan peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola hidup seperti aktifitas fisik, pola makan, kebiasaan istirahat, perilaku merokok dan minum alkohol dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Binanga Mamuju. Jenis penelitian ini adalah Survey yang bersifat deskriptif analitik dengan desain penelitian potong lintang (<em>cross sectional</em>) dan Jumlah sampel sebanyak 77. Dari hasil analisis diperoleh hasil terdapat hubungan yang signifikan antara aktifitas fisik, pola makan, kebiasaan istirahat, minum alkohol dengan hipertensi dan tidak terdapat hubungan antara kebiasaan merokok dengan hipertensi.</p>I Made SudartaAbbas Mahmud
Copyright (c) 2026 I Made Sudarta, Abbas Mahmud
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-302026-06-30191152610.58294/jbk.v19i1.373Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Perawat Melakukan Monitoring Early Warning Score pada Pasien Di RS Pelamonia Makassar
https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/409
<p><em>Early Warning Score</em> (EWS) merupakan sistem penilaian fisiologis yang digunakan untuk mendeteksi secara dini kondisi pasien yang mengalami perburukan klinis. Pengetahuan perawat tentang EWS sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan dalam melakukan monitoring pasien sehingga dapat mencegah terjadinya kegawatdaruratan dan meningkatkan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan perawat melakukan monitoring Early Warning Score pada pasien yang dirawat di ruang perawatan RS Pelamonia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di ruang perawatan RS Pelamonia dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan lembar observasi kepatuhan pelaksanaan EWS. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α=0.05. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p=0.001 yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam melakukan monitoring <em>Early Warning Score</em>. Kesimpulan: semakin baik tingkat pengetahuan perawat tentang EWS, maka akan semakin tinggi tingkat kepatuhan dalam melakukan monitoring EWS pada pasien. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan dan supervisi rutin terkait implementasi EWS guna meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit.</p>Nusdin NusdinRosnania RosnaniaSafira S'palayukanSri Rahmah HarunaAfrida AfridaAchmad Indra Awaluddin
Copyright (c) 2026 Nusdin Nunu, Rosnania Rosnania, Safira S'palayukan, Sri Rahma Haruna, Afrida Afrida, Achmad Idra Awaluddin
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-302026-06-30191849410.58294/jbk.v19i1.409Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Perilaku Pencegahan Kanker Serviks Pada Wanita Usia Subur Di Wilayah Kerja Puskesmas Setulang
https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/396
<p>Latar Belakang: Kanker serviks merupakan kanker keempat tersering pada perempuan di seluruh dunia. Di Puskesmas Setulang terdapat 2 kasus Wanita Usia Subur (WUS) yang positif kanker serviks, dengan 1 orang meninggal dunia. Masih banyak WUS di wilayah tersebut yang tidak mengetahui tentang kanker serviks dan tidak mau memeriksakan diri karena merasa tidak ada keluhan. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap WUS tentang kanker serviks dengan perilaku pencegahan kanker serviks di wilayah kerja Puskesmas Setulang. Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah WUS yang sudah menikah usia 30–49 tahun di wilayah kerja Puskesmas Setulang. Teknik sampling Proportionate Stratified Random Sampling menghasilkan 144 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Mayoritas pengetahuan WUS cukup (72 responden, 50%), sikap mayoritas positif (104 responden, 72,2%), dan perilaku pencegahan mayoritas baik (109 responden, 75,7%). Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dan perilaku pencegahan kanker serviks (p = 0,005), serta antara sikap dan perilaku pencegahan kanker serviks (p = 0,001). Kesimpulan: Perilaku pencegahan kanker serviks dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap WUS. Diharapkan WUS lebih proaktif dalam mencari informasi tentang pentingnya pencegahan kanker serviks.</p>Murniyati MurniyatiSuci TripertiwiHestri NorhapifahEka Frenty Hadiningsih
Copyright (c) 2026 Murniyati Murniyati, Suci Tripertiwi, Hestri Norhapifah, Eka Frenty Hadiningsih
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-302026-06-30191657210.58294/jbk.v19i1.396Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Wus Menggunakan Metode Kontrasepsi Di Desa Punan Bengalun Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau
https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/388
<p><strong>Latar Belakang: </strong>Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya strategis dalam pengendalian jumlah dan jarak kelahiran guna meningkatkan kesejahteraan keluarga serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Meskipun program KB telah lama digalakkan, tingkat penggunaan metode kontrasepsi pada Wanita Usia Subur (WUS) di beberapa wilayah terpencil masih tergolong rendah, termasuk di Desa Punan Bengalun Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau. Dari 56 WUS yang memiliki pasangan, hanya 6 orang (10,7%) yang menjadi akseptor KB. Rendahnya minat penggunaan kontrasepsi dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pengetahuan WUS, akses kepelayanan kesehatan, serta dukungan suami. <strong>Tujuan: </strong>Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat WUS menggunakan metode kontrasepsi di Desa Punan Bengalun Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau. <strong>Metode: </strong>Penelitian kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em>. Populasi adalah 50 WUS, sampel 38 orang menggunakan teknik <em>accidental sampling</em>. Penelitian dilakukan pada Desember 2025–Februari 2026. Pengukuran variabel dilakukan menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji <em>Likelihood Ratio</em> dan <em>Chi-Square</em>. <strong>Hasil: </strong>Mayoritas WUS berpengetahuan baik (52,6%), akses kepelayanan sulit (52,6%), dan mendapat dukungan suami cukup mendukung (47,4%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan minat KB (<em>p</em> = 0,000), akses kepelayanan dengan minat KB (<em>p</em> = 0,017), dan dukungan suami dengan minat KB (<em>p</em> = 0,000). <strong>Kesimpulan: </strong>Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, akses kepelayanan, dan dukungan suami dengan minat WUS menggunakan metode kontrasepsi.</p>Nilta NiltaRisnawati RisnawatiSucita TripertiwiDwi Hartati
Copyright (c) 2026 Nilta Nilta, Risnawati Risnawati, Sucita Tripertiwi, Dwi Hartati
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-302026-06-30191455610.58294/jbk.v19i1.388Peran Self-Efficacy Dalam Pelaksanaan Komunikasi SBAR Perawat Di RSUD Labuang Baji Makassar
https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/375
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Kegagalan komunikasi klinis masih menjadi salah satu penyebab utama insiden keselamatan pasien. Komunikasi SBAR (<em>Situation, Background, Assessment, Recommendation</em>) merupakan metode komunikasi terstruktur yang mendukung kejelasan handover dan keselamatan pasien, namun pelaksanaannya dapat dipengaruhi oleh <em>self-efficacy</em> perawat. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan <em>self-efficacy</em> dengan pelaksanaan komunikasi SBAR pada perawat di RSUD Labuang Baji Makassar. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik <em>cross-sectional</em> ini dilaksanakan pada Desember 2025–Februari 2026. Sampel penelitian berjumlah 135 perawat yang dipilih dengan <em>proportionate stratified random sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden, <em>self-efficacy</em>, dan pelaksanaan komunikasi SBAR. Nilai validitas instrumen berkisar 0,377–0,999 dan reliabilitas Cronbach’s alpha 0,607–0,998. <strong>Hasil:</strong> Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (88,9%), berusia 31–40 tahun (71,9%), berpendidikan Ners (49,6%), bekerja di ruang rawat inap (63,0%), dan memiliki masa kerja 6–10 tahun (54,1%). Mayoritas responden memiliki self-efficacy sedang (41,5%), sedangkan pelaksanaan komunikasi SBAR didominasi kategori kurang (42,2%). Uji Spearman Rho menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara self-efficacy dan pelaksanaan komunikasi SBAR (p = 0,001) dengan korelasi positif lemah (r = 0,296). <strong>Kesimpulan:</strong> Semakin tinggi <em>self-efficacy</em>, semakin baik pelaksanaan komunikasi SBAR, meskipun hubungannya lemah. Diperlukan pelatihan SBAR, supervisi, standardisasi <em>handover</em>, dan dukungan sistem untuk meningkatkan komunikasi klinis dan keselamatan pasien.</p>Noyumala NoyumalaNurnainah NurnainahKordianus Rana
Copyright (c) 2026 Noyumala Noyumala, Nurnainah Nurnainah, Kordianus Rana
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-302026-06-30191273610.58294/jbk.v19i1.375