Jurnal Berita Kesehatan https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK <p>Jurnal Berita Kesehatan (JBK) merupakan bagian dari LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari, Makassar. JBK merupakan wadah publikasi illmiah untuk peneliti, dosen, dan praktisi kesehatan secara umum. JBK pertama kali diterbitkan dengan ISSN <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2356-1068"><strong>2356-1068</strong></a> Volume 1 No. 1 pada tahun 2014 yang menerbitkan jurnal sebanyak dua kali dalam setahun. Awal JBK saat belum bergabungnya dua nama yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan dan Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar. Saat pertama kali, JBK dibawah naungan STIKPER pada tahun 2014 dan beralih menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari pada bulan Agustus 2019. Saat ini artikel yang diterbitkan oleh JBK telah dilakukan telaah bersama teman sejawat yang memiliki keahlian yang relavan.</p> Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari en-US Jurnal Berita Kesehatan 2356-1068 <h1 class="page_title">Hak Cipta dan Lisensi</h1> <div class="page"> <div class="page"> <p>Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.</p> <h3>Penulis menyatakan bahwa:</h3> <ul> <li>kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;</li> <li>naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;</li> <li>naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;</li> <li>publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;</li> <li>naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;</li> </ul> <h2>Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi</h2> <ul> <li>Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.</li> <li>Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.</li> <li>Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).</li> </ul> <h2>Pernyataan Lisensi <em>Creative Commons </em>CC BY 4.0</h2> <h3>Anda diperbolehkan:</h3> <ul> <li><strong>Berbagi</strong> — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;</li> <li><strong>Adaptasi</strong> — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.</li> </ul> <h3>Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.</h3> <ul> <li><strong>Atribusi</strong> — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.</li> <li><strong>Tidak ada pembatasan tambahan</strong> — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.</li> </ul> </div> </div> Studi Literatur: Dampak Pengetahuan, Sikap, Dan Dukungan Keluarga Terhadap Penyelesaian Imunisasi Dasar Anak https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/332 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Cakupan imunisasi dasar anak di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama yang berkaitan dengan faktor pengetahuan, sikap ibu, dan dukungan keluarga. Rendahnya pemahaman tentang manfaat imunisasi, sikap negatif terhadap vaksin, serta kurangnya dukungan keluarga berpotensi menyebabkan anak tidak memperoleh imunisasi dasar secara lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga terhadap penyelesaian imunisasi dasar anak melalui pendekatan kajian literatur. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka terhadap artikel penelitian nasional yang dipublikasikan pada periode 2020–2025. Sumber data diperoleh dari jurnal nasional terindeks Google Scholar yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu penelitian yang dilakukan di Indonesia, melibatkan responden orang tua atau keluarga yang memiliki balita, serta membahas variabel pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga terkait imunisasi dasar. Sebanyak enam artikel dianalisis secara sistematis dengan membandingkan temuan hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu yang baik mengenai imunisasi berhubungan positif dengan kelengkapan imunisasi dasar anak. Selain itu, sikap ibu yang mendukung dan percaya terhadap keamanan serta manfaat vaksin juga meningkatkan kepatuhan terhadap jadwal imunisasi. Dukungan keluarga, baik dalam bentuk emosional, informasional, maupun instrumental, terbukti memperkuat motivasi ibu dalam melengkapi imunisasi anak. Beberapa penelitian juga mengidentifikasi akses terhadap pelayanan kesehatan sebagai faktor pendukung tambahan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan edukasi kesehatan, pembentukan sikap positif terhadap imunisasi, serta penguatan peran keluarga merupakan strategi penting untuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar anak di Indonesia.</span></span></p> Irfan Sazali Nasution Aina Putri Lubis Annis Fadhila Alysa Nadia Zahra Hasibuan Irene Dwi Monica Nediva Dinny Artanti Rafli Ahmad Damanik Copyright (c) 2025 Irfan Sazali, Aina Putri Lubis, Annisa Fadhila, Alysa Nadia Zahra Hasibuan, Irene Dwi Monica, Nediva Dinny Artanti, Rafli Ahmad Damanik https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-26 2025-12-26 18 2 184 193 10.58294/jbk.v18i2.332 Pengaruh Pemberian Posisi Semi Fowler Terhadap Saturasi Oksigen Di Ruangan ICU RS Bhayangkara Makassar https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/315 <p>Posisi semi Fowler merupakan salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang sering digunakan untuk meningkatkan ekspansi paru dan memperbaiki oksigenasi pada pasien dengan gangguan pernapasan, khususnya pasien kritis di ruang <em>Intensive Care Unit</em> (ICU). Gangguan pertukaran gas yang ditandai dengan penurunan saturasi oksigen sering terjadi pada pasien ICU akibat kondisi penyakit, penurunan kesadaran, maupun keterbatasan fungsi paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian posisi semi Fowler terhadap saturasi oksigen pada pasien yang dirawat di ruang ICU RS Bhayangkara Makassar. Penelitian ini menggunakan desain <em>quasi experiment</em> dengan pendekatan <em>one group pretest–posttest</em>. Sampel penelitian berjumlah 16 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>consecutive sampling</em> berdasarkan kriteria inklusi. Pengukuran saturasi oksigen dilakukan menggunakan pulse oximeter sebelum dan sesudah pemberian posisi semi Fowler. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata saturasi oksigen sebelum intervensi adalah 90,13%, sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 98,13%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai saturasi oksigen sebelum dan sesudah pemberian posisi semi Fowler. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian posisi semi Fowler berpengaruh signifikan terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien kritis di ruang ICU RS Bhayangkara Makassar. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai tindakan keperawatan sederhana, aman, dan efektif dalam meningkatkan oksigenasi pasien ICU.</p> Irma Andrianys Normalia Normalia Hamzah Tasa Lenora Diana Rahanbinan Copyright (c) 2025 Irma Andrianys, Normalia Normalia, Hamzah Tasa, Lenora Diana Rahanbinan https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-26 2025-12-26 18 2 219 229 10.58294/jbk.v18i2.315 Perbedaan Skala Nyeri Punggung Bawah Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Teknik Rebozo Pada Ibu Hamil Trimester III https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/342 <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Nyeri punggung bawah merupakan salah satu keluhan ibu hamil trimester III yang dapat mengganggu aktivotas sehari-hari akibat perubahan biomekanik tubuh, pertambahan berat badan, dan pergeseran pusat gravitasi. Metode nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri adalah teknik rebozo, yakni suatu teknik tradisional dari Meksiko yang dapat memberikan relaksasi pada otot-otot panggul dan punggung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan skala nyeri punggung bawah sebelum dan sesudah dilakukan teknik rebozo pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini menggunakan desain <em>pre-eksperimental </em>dengan pendekatan one group <em>pretest-posttest. </em>Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>purposive sampling</em> sebanyak 28 responden. Instrumen penelitian menggunakan <em>Numeric Rating Scale </em>(NRS) sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Teknik rebozo <em>shake the apple tree</em> yang dilakukan satu kali selama 5 menit, yang kemudian diukur kembali menggunakan NRS di hari yang sama 15 menit setelah dilakukan teknik rebozo. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata nyeri sebelum intervensi adalah 4,8571 dan setelah intervensi menurun menjadi 2,5357. Hasil uji <em>Wilcoxon</em> menunjukkan adanya penurunan skala nyeri yang signifikan dengan nilai Z = -4,744 dan p &lt; 0,001. Kesimpulannya, teknik rebozo efektif dalam menurunkan nyeri punggung bawah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif untuk menangani nyeri punggung bawah ibu hamil trimester III.</p> Komang Ninis Indrayani Made Widhi Gunapria Darmapatni Ni Wayan Ariyani Copyright (c) 2025 Komang Ninis Indrayani, Made Widhi Gunapria Darmapatni, Ni Wayan Ariyani https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-26 2025-12-26 18 2 134 144 10.58294/jbk.v18i2.342 Perbedaan Pengetahuan Wanita Usia Subur tentang Deteksi Dini Kanker Serviks Metode Pap smear Sebelum dan Sesudah Mendapatkan Edukasi dengan Booklet https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/330 <p>Kanker serviks adalah penyakit yang memengaruhi kesehatan organ reproduksi wanita, yaitu penyakit paling sering dijumpai wanita di berbagai belahan dunia. Data puskesmas IV Denpasar Selatan terjadi penurunan angka pemeriksaan <em>pap smear </em>sebanyak 103 orang (2,09%) pada tahun 2023. Sementara pada tahun 2024 menurun sebanyak 53 orang (1,07%), hal ini masih di bawah target 4.913 orang per tahun (100%). Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan pengetahuan WUS tentang deteksi dini kanker serviks metode <em>pap smear</em> sebelum dan sesudah mendapatkan edukasi dengan <em>booklet</em>. Jenis penelitian dilakukan dengan <em>pre-eksperimental design</em> bentuk rancangan <em>one group</em> <em>pre-test post-test design</em>, pengetahuan diukur sebanyak 2 kali. Pengambilan sampel WUS sebanyak 31 orang di wilayah kerja UPTD Puskesmas IV Denpasar Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada April 2025. Pengumpulan data melalui kuesioner pengetahuan. Analisis dengan uji univariat dan bivariat dengan uji <em>Shapiro wilk</em>, data tidak berdistribusi normal, dilanjutkan uji <em>Wilcoxon. </em>Hasil menunjukkan pengetahuan WUS didapatkan nilai Z sebesar – 4.539 dengan nilai ρ = 0,000 (α&lt;0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan perbedaan signifikan secara statistik dan terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah pemberian <em>booklet</em> deteksi dini kanker serviks metode <em>pap smear.</em> Saran bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan <em>systematic literature review</em> dengan artikel beragam dan bekerja sama dengan ahli grafis untuk pembuatan <em>booklet</em>.</p> Salsadila Putri Made Widhi Gunapria Darmapatni Asep Arifin Senjaya Copyright (c) 2025 Salsadila Putri, Made Widhi Gunapria Darmapatni, Asep Arifin Senjaya https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-26 2025-12-26 18 2 281 291 10.58294/jbk.v18i2.330 Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang MPASI Dengan Praktik Pemberian MPASI Pada Anak Usia 6-11 Bulan https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/340 <p>Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam waktu lama, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Gangguan ini dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang pada kesehatan, menurunkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko kejadian stunting pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kintamani VI tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 54 ibu yang memiliki balita stunting, yang dipilih berdasarkan data kohort balita dan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Jenis data yang digunakan meliputi data primer melalui wawancara terstruktur mengenai pemberian MP-ASI menggunakan instrumen yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta data sekunder dari catatan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki berat badan lahir normal (79,6%), riwayat pemberian ASI eksklusif (72,2%), serta pemberian MP-ASI yang tepat (64,8%). Selain itu, sebagian besar ibu tidak mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) saat hamil (85,2%). Berdasarkan hasil ini, diharapkan pihak puskesmas dan tenaga kesehatan khususnya bidan dapat lebih cermat dalam melakukan skrining faktor risiko stunting dan meningkatkan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi optimal selama masa kehamilan dan awal kehidupan anak.</p> Ni Putu Ayu Sri Oktaviani Ni Wayan Suarniti Regina Tedjasulaksana Copyright (c) 2025 Ayu Sri Oktaviani, Ni Wayan Suarniti, Regina Tedjasulaksana https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-26 2025-12-26 18 2 155 166 10.58294/jbk.v18i2.340 Hubungan Kecukupan Energi Dengan Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/327 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kebugaran fisik merupakan indikator penting untuk menentukan kesehatan fisik dan kemampuan individu dalam melakukan aktivitas sehari-hari secara optimal. Pola makan seimbang dan asupan energi yang cukup berperan penting dalam menjaga kebugaran fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan tingkat kebugaran fisik siswa SMA Negeri 8 Mandai Maros. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang melibatkan 80 siswa yang dipilih melalui cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengingat diet 2×24 jam, kuesioner frekuensi makanan (FFQ), dan Multi-Stage Fitness Test (MFT) untuk mengukur tingkat kebugaran fisik. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi peringkat Spearman. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan energi dan kebugaran fisik (p=0,000; r=0,407), sedangkan frekuensi makan (p=0,845; r=0,022) dan variasi makanan (p=0,863; r=0,020) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. </span></span><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kesimpulan:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Tingkat kecukupan energi berhubungan secara signifikan dengan kebugaran fisik siswa, sedangkan frekuensi makan dan variasi makanan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Intervensi gizi berbasis sekolah harus fokus pada peningkatan asupan energi yang seimbang dan memberikan pendidikan gizi bagi remaja.</span></span></p> Alif Muhammad Yasin Andi Rahmaniar MB Sitti Nurintang Kurnia Yusuf Copyright (c) 2025 Alif Muhammad Yasin, Andi Rahmaniar MB, Sitti Nurintang, Kurnia Yusuf https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-26 2025-12-26 18 2 256 264 10.58294/jbk.v18i2.327 Pengetahuan Siswi Tentang Pencegahan Kanker Serviks Dengan Vaksinasi Human Papilloma Virus Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Dengan Media Pamflet https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/337 <p>Kanker serviks dapat dicegah dengan pemberian vaksin HPV. Vaksin Human Papilloma Virus adalah salah satu upaya untuk mengendalikan kanker serviks di seluruh dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan siswi tentang pencegahan kanker serviks dengan vaksinasi Human Papilloma Virus sebelum dan setelah penyuluhan dengan media pamflet. Jenis penelitian ini yaitu pre-eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Mengwi yang beralamat di Jalan Raya Buduk, Kabupaten Badung pada 6 Mei 2025. Sampel yang digunakan sebanyak 162 siswi yang ditentukan menggunakan teknik Proporsional Random Sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini merupakan data primer. Dilakukan edukasi menggunakan media pamflet. Perlakuan yang diberikan yaitu penyuluhan dengan media pamflet dalam peningkatan pengetahuan siswi tentang pencegahan kanker serviks dengan vaksinasi human papilloma virus. Uji pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner. Uji analisis menggunakan wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan skor pengetahuan sebelum diberikan intervensi dengan nilai median 65 (max 95, min 45) dan skor pengetahuan setelah diberikan intervensi dengan nilai median 75 (max 95, min 60). Kesimpulannya didapatkan nilai Z sebesar -10.235 dan ρ value = 0,00 (α&lt;0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pengetahuan pada siswi sebelum dan sesudah pemberian penyuluhan dengan media pamflet tentang vaksinasi HPV. Saran kepada remaja agar lebih aktif mencari informasi di berbagai media mengenai kanker serviks dan vaksinasi human papilloma virus. </p> Ni Putu Devi Kertiani Ni Made Dwi Purnamayanti Sri Rahayu Copyright (c) 2025 Ni Putu Devi Kertiani, Ni Made Dwi Purnamayanti, Sri Rahayu https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-26 2025-12-26 18 2 99 108 10.58294/jbk.v18i2.337 Hubungan Jumlah Trombosit, Nilai Hematokrit, IgG/IgM Pasien Demam Berdarah Dengue Di Puskesmas Blega Bangkalan Madura https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/325 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Demam Berdarah </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Dengue</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> (DBD) merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue (DENV) dan ditularkan melalui gigitan nyamuk </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Aedes aegypti.</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Diagnosis dan pemantauan DBD memerlukan pemeriksaan laboratorium, antara lain pemeriksaan serologi IgM dan IgG </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">anti Dengue</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> untuk mengetahui fase infeksi, pemeriksaan jumlah trombosit untuk menilai risiko perdarahan, serta pemeriksaan hematokrit untuk menurunkan tingkat keparahan penyakit dan mencegah terjadinya kebocoran plasma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah trombosit, nilai hematokrit, dan kadar IgM/IgG pada pasien demam berdarah </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">dengue</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> di Puskesmas Blega, Bangkalan, Madura. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik. Teknik pengambilan sampel menggunakan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">purposive sampling</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> mengunakan data sekunder pasien DBD tahun 2022–2024, dengan jumlah sampel sebanyak 42 pasien. Analisis data menggunakan uji korelasi </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Rank Spearman</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan jumlah trombosit dengan IgG p=0,311 dan r=0,160 serta dengan IgM p=0,584 dan r=0,087 termasuk hubungan sangat rendah dengan arah korelasi positif. Hubungan nilai hematokrit dengan IgG p=0,001 dan r=0,503 dan dengan IgM p=0,001 dan r=0,498 menunjukkan hubungan bermakna dengan kekuatan korelasi sedang dan bersifat positif. Sementara itu, hubungan antara jumlah trombosit dan nilai hematokrit p=0,309 r=0,161 yaitu hubungan sangat rendah dengan arah positif. Kesimpulan penelitian ini bahwa hematokrit berhubungan signifikan dengan antibodi demam berdarah, sedangkan trombosit tidak menunjukkan hubungan yang bermakna.</span></span></p> Fitria Wahyu Rahmadhani Siska Nanda Widhaningrum Erni Yohani Mahtuti Copyright (c) 2025 Fitria Wahyu Rahmadhani, Siska Nanda Widhaningrum , Erni Yohani Mahtuti https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-26 2025-12-26 18 2 246 255 Perbedaan Nyeri Haid (Dismenorea) Sebelum dan Sesudah Dilakukan Abdominal Stretching Exercise pada Remaja Putri https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/335 <p>Dismenorea merupakan keluhan nyeri saat menstruasi yang umum terjadi pada remaja putri. Salah satu penanganan nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri haid adalah abdominal stretching exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan intensitas nyeri haid sebelum dan sesudah dilakukan abdominal stretching exercise. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 31 remaja putri yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Prosedur penelitian mencakup pengukuran nyeri haid sebelum intervensi, pemberian abdominal stretching exercise selama 10–15 menit, dan pengukuran nyeri sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan penurunan skor median nyeri dari 3 menjadi 1. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -4,880 dan ρ = 0,00 (ρ &lt; 0,05), yang berarti terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulannya, abdominal stretching exercise efektif dalam menurunkan intensitas nyeri haid dan dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis bagi remaja putri yang mengalami dismenorea.</p> Ni Kadek Eka Widiantari Ni Gusti Kompiang Sriasih Ni Made Dwi Mahayati Copyright (c) 2025 Eka Widiantari, Ni Gusti Kompiang Sriasih, Ni Made Dwi Mahayati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-26 2025-12-26 18 2 109 119 10.58294/jbk.v18i2.335 Analisis Hasil CT Scan Urografi Dengan Klinis Batu Ureter Pada Ureterovesical Junction (UVJ) Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang Tahun 2025 https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/316 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Batu ureter merupakan salah satu permasalahan urologi yang sering menyebabkan obstruksi saluran kemih dan dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani secara tepat. Salah satu lokasi tersering terjadinya impaksi batu adalah Ureterovesical Junction (UVJ), yaitu bagian distal ureter yang secara fisiologis merupakan titik penyempitan. Obstruksi pada area ini dapat menghambat aliran urin dari ginjal ke kandung kemih sehingga berpotensi menimbulkan hidroureter, hidronefrosis, nyeri akut, serta gangguan fungsi ginjal. Dalam menegakkan diagnosis batu ureter, diperlukan modalitas pencitraan yang memiliki sensitivitas dan spesifisitas tinggi. CT Scan Urografi saat ini menjadi standar emas dalam pemeriksaan batu saluran kemih karena mampu memberikan gambaran anatomi dan patologi secara detail, cepat, dan akurat, termasuk menentukan lokasi, ukuran, kepadatan batu, serta dampaknya terhadap sistem panggul dan ureter. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan ketidaksesuaian antara hasil pemeriksaan CT Scan Urografi dengan manifestasi klinis pada pasien batu ureter di Ureterovesical Junction (UVJ) yang menjalani pemeriksaan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara pasien, serta telaah hasil pemeriksaan pencitraan radiologi. Hasil pemeriksaan CT Scan Urografi menunjukkan adanya batu ureter distal kanan berukuran sekitar ±0,5 cm pada UVJ yang menyebabkan hidroureter dan hidronefrosis derajat II. Temuan radiologis tersebut sejalan dengan keluhan klinis pasien berupa nyeri pinggang yang menjalar ke perut bagian bawah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa CT Scan Urografi efektif dalam mendeteksi batu ureter serta menilai dampaknya, sehingga berperan penting dalam penegakan diagnosis dan perencanaan penatalaksanaan medis yang tepat dalam pelayanan kesehatan.</span></span></p> Sindi Yuliarti Mustika Fatimah Anisah Anisah Zanariah Zanariah Muslimah Putri Utami Copyright (c) 2025 Sindi Yuliarti, Mustika Fatimah, Anisah Anisah, Zanariah Zanariah, Muslimah Putri Utami https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-26 2025-12-26 18 2 230 237 10.58294/jbk.v18i2.316 Perbedaan Berat Badan Bayi Usia 6-12 Bulan dengan Pijat Tui Na https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/344 <p>Pijat Tui Na merupakan salah satu metode terapi komplementer yang berasal dari pengobatan tradisional Tiongkok dan telah banyak digunakan sebagai alternatif untuk membantu meningkatkan nafsu makan serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Peningkatan nafsu makan yang optimal diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kenaikan berat badan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan berat badan bayi usia 6–12 bulan sebelum dan sesudah pemberian Pijat Tui Na di Yayasan Bali Baby Home. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain one group pre-test post-test. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 24 bayi yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan dilakukan di Yayasan Panti Asuhan Bali Baby Home, Gianyar. Intervensi Pijat Tui Na diberikan sebanyak empat kali pertemuan dalam kurun waktu satu bulan. Pengukuran berat badan dilakukan sebelum intervensi dan setelah setiap sesi pijat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata berat badan bayi pada pretest sebesar 7,35 kg yang termasuk dalam kategori berat badan rendah. Setelah pemberian intervensi, rata-rata berat badan bayi pada posttest I, II, dan III mengalami peningkatan berturut-turut menjadi 7,83 kg, 8,03 kg, dan 8,36 kg. Analisis data menggunakan uji paired t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara berat badan sebelum dan sesudah pemberian Pijat Tui Na (p &lt; 0,05). Disimpulkan bahwa Pijat Tui Na berpengaruh signifikan terhadap peningkatan berat badan bayi. Oleh karena itu, Pijat Tui Na dapat direkomendasikan sebagai salah satu bentuk asuhan komplementer yang aman dan mudah diterapkan oleh tenaga kesehatan, institusi pendidikan, serta masyarakat.</p> Ida Ayu Putu Pradya Kirana Yoga Made Widhi Gunapria Darmapatni Sri Rahayu Copyright (c) 2025 Ida Ayu Putu Pradya Kirana Yoga, Made Widhi Gunapria Darmapatni, Sri Rahayu https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-26 2025-12-26 18 2 120 133 10.58294/jbk.v18i2.344 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Diabetes Melitus Tipe 2: Scoping Review https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/331 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan global yang terus berkembang dan memberikan beban signifikan pada sistem perawatan kesehatan. Berbagai faktor risiko berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi penyakit ini, sehingga diperlukan pemetaan komprehensif melalui tinjauan cakupan (scoping review). Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya diabetes melitus tipe 2 berdasarkan bukti ilmiah terbaru. Metode tinjauan cakupan digunakan dengan kerangka kerja Arksey &amp; O'Malley, termasuk identifikasi pertanyaan penelitian, pencarian literatur, pemilihan studi, ekstraksi data, dan pemetaan temuan. Pencarian dilakukan di basis data PubMed, Scopus, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci yang terkait dengan diabetes tipe 2 dan faktor risiko. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa penentu utama terbagi menjadi faktor genetik, faktor gaya hidup (obesitas, aktivitas fisik, diet), faktor lingkungan, faktor sosioekonomi, dan faktor psikososial. Selain itu, peradangan kronis, resistensi insulin, dan perubahan mikrobiota usus juga berkontribusi pada patogenesis. Temuan ini menekankan bahwa diabetes tipe 2 dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor biologis dan eksternal, sehingga intervensi pencegahan perlu bersifat multidimensional.</span></span></p> Sitti Ramlah Anwar Armin Lasaib Rismanudin Rismanudin Copyright (c) 2025 Sitti Ramlah Anwar, Armin Lasaib, Rismanudin Rismanudin https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-26 2025-12-26 18 2 194 209 10.58294/jbk.v18i2.331 Gambaran Faktor Risiko Stunting pada Balita di UPTD Puskesmas Kintamani VI 2025 https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/341 <p>Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam waktu lama, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Gangguan ini dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang pada kesehatan, menurunkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko kejadian stunting pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kintamani VI tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 54 ibu yang memiliki balita stunting, yang dipilih berdasarkan data kohort balita dan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Jenis data yang digunakan meliputi data primer melalui wawancara terstruktur mengenai pemberian MP-ASI menggunakan instrumen yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta data sekunder dari catatan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki berat badan lahir normal (79,6%), riwayat pemberian ASI eksklusif (72,2%), serta pemberian MP-ASI yang tepat (64,8%). Selain itu, sebagian besar ibu tidak mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) saat hamil (85,2%). Berdasarkan hasil ini, diharapkan pihak puskesmas dan tenaga kesehatan khususnya bidan dapat lebih cermat dalam melakukan skrining faktor risiko stunting dan meningkatkan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi optimal selama masa kehamilan dan awal kehidupan anak.</p> Ni Wayan Selpiani Ni Komang Erny Astiti Ni Luh Putu Sri Erawati Copyright (c) 2025 Ni Wayan Selpiani, Ni Komang Erny Astiti, Ni Luh Putu Sri Erawati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-26 2025-12-26 18 2 145 154 10.58294/jbk.v18i2.341 Kesehatan Masyarakat dan Tanggung Jawab Hukum Negara https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/329 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Hak atas kesehatan merupakan hak konstitusional yang dijamin dalam UUD NRI 1945 dan menjadi tanggung jawab hukum negara untuk memenuhinya melalui penyediaan layanan, fasilitas, pembiayaan, dan regulasi yang memadai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-normatif untuk menganalisis kerangka hukum kesehatan di Indonesia serta implementasinya dalam memberikan hak kesehatan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif Indonesia memiliki landasan hukum yang kuat dan komprehensif, mulai dari Undang-Undang Kesehatan, Sistem Jaminan Sosial Nasional, hingga BPJS Kesehatan. Namun implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain ketimpangan akses layanan kesehatan, distribusi tenaga medis yang tidak merata, pembiayaan yang belum berkelanjutan, dan lemahnya koordinasi antara pusat dan daerah. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berhasil memperluas akses layanan kesehatan, namun masih dihadapkan pada masalah defisit anggaran, kualitas layanan yang tidak seragam, serta keterbatasan dukungan untuk kegiatan promotif dan preventif. Dengan demikian, meskipun kerangka hukum telah memberikan dasar yang kuat, efektivitas penyediaan hak atas kesehatan sangat bergantung pada penguatan implementasi, pemerataan layanan, dan peningkatan kualitas sistem kesehatan nasional.</span></span></p> Nurnaeni Nurnaeni Syamsul Bachri Copyright (c) 2025 Nurnaeni Nurnaeni, Syamsul Bachri https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-26 2025-12-26 18 2 265 280 10.58294/jbk.v18i2.329 Hubungan Perilaku Personal Hygiene Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri Di SMK Kesehatan Bali Dewata Kecamatan Denpasar Utara https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/339 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Keputihan merupakan kondisi keluarnya cairan atau lendir dari vagina yang dapat bersifat fisiologis maupun patologis. Keputihan merupakan kondisi dimana vagina mengeluarkan lendir ataupun cairan seperti nanah. Faktor pencetus keputihan yaitu bakteri, virus, jamur parasit, serta kurangnya kebersihan pada alat genetalia terutama pada daerah vagina. Keputihan abnormal yang terjadi dan tidak tertangani dengan baik dapat meningkatkan kesehatan organ kewanitaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">personal higiene</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> dengan kejadian keputihan pada remaja putri. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">cross-sectional</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Sampel yang digunakan sebanyak 75 responden dan dipilih menggunakan teknik sampling </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">purposive sampling</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Tempat penelitian dilaksanakan di SMK Kesehatan Bali Dewata pada bulan 17 April 2025. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 32 responden (42,7%) memiliki perilaku personal higiene yang baik, sebanyak 43 responden (57,3%) dengan sperilaku personal higiene cukup. Kemudian sebanyak 47 responden (62,7%) mengalami keputihan patologis, dan 28 responden (37,3%) mengalami keputihan patologis. Hasil p-value 0,000 (α&lt;0,05), bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku personal higiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri. Diharapkan remaja putri mampu meningkatkan kesadaran diri dalam mencari informasi lebih lanjut terkait dengan kebersihan diri terutama di daerah kewanitaan sehingga dapat menciptakan kesehatan organ reproduksi yang sehat sedari dini, dan meminimalisir terjadinya masalah kesehatan khususnya pada area organ intim di masa yang akan datang.</span></span></p> Ayu Vriska Angelina Ni Ketut Somoyani Ni Made Dwi Mahayati Copyright (c) 2025 Ayu Vriska Angelina, Ni Ketut Somoyani, Ni Made Dwi Mahayati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-26 2025-12-26 18 2 167 174 10.58294/jbk.v18i2.339 Pijat Laktasi untuk Meningkatkan Pemulihan Fisiologis dan Kesiapan Menyusui pada Ibu Post Sectio Caesarea: Studi Pra-Eksperimental https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/326 <p>Latar Belakang: Pemulihan pascapersalinan melalui operasi sectio caesarea (SC) umumnya lebih lambat dibandingkan persalinan normal karena nyeri luka operasi, gangguan hormonal, dan stres emosional yang dapat menunda inisiasi menyusu dini. Salah satu intervensi komplementer yang potensial adalah dengan menggunkan pijat laktasi, yang berfungsi menstimulasi hormon oksitosin dan meningkatkan relaksasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pijat laktasi terhadap pemulihan fisiologis (pengeluaran lochia dan nyeri luka) serta kesiapan menyusui dini pada ibu post SC di Rumah Sakit Mitra Plumbon tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan strategi pretes-postes satu kelompok dan menggunakan desain pra-eksperimen. Partisipan yang dgunakan dalam penelitian ini sebanyak empat puluh, pemilihan partisipan menggukanan metode accidental sampling. Bidan dan perawat terlatih memberikan intervensi pijat laktasi selama dua hari. Data dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test, dengan tingkat signifikansi p&lt;0,05.</p> <p>Hasil:berdasarkan hasil penilitian didapatkan adanya peningkatan signifikan pemulihan fisiologis (p=0,001; r=0,58) dan kesiapan menyusui dini (p=0,000; r=0,61). Median skor nyeri menurun dari 6,2 menjadi 2,8 dan median kesiapan menyusui meningkat dari 48 menjadi 83. Interval kepercayaan 95% menunjukkan peningkatan bermakna dalam kedua variabel. Kesimpulan: Pijat laktasi efektif mempercepat pemulihan fisiologis dan meningkatkan kesiapan menyusui dini pada ibu post SC. Disarankan teknik ini diterapkan sebagai bagian dari SOP asuhan post operasi sectio caesarea</p> <p> </p> Rina Utami Yanti Susan Pipit Inda Lestari Ummy Khairussyifa Copyright (c) 2025 Rina Utami, Yanti Susan, Pipit Inda Lestari, Ummy Khairussyifa https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-30 2025-12-30 18 2 292 298 10.58294/jbk.v18i2.326 Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Dismenore Dan Penanganannya Di Sekolah Menengah Atas Dwijendra Denpasar https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/336 <p>Dismenore adalah kondisi umum yang dialami remaja putri saat menstruasi, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk belajar. Penelitian ini dilakukan di SMA Dwijendra Denpasar dengan melibatkan 92 siswi yang dipilih melalui metode proportional random sampling. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswi tentang dismenore dan cara penanganannya. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup aspek pengertian, penyebab, pencegahan, dan penanganan dismenore, kemudian dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 39,1% responden memiliki pengetahuan yang baik, 31,5% cukup, dan 29,3% kurang. Aspek yang paling banyak dipahami adalah pengertian dismenore (63%), disusul oleh penyebab (50%), pencegahan (42,3%), dan penanganan (42,3%). Adapun metode penanganan yang paling sering dilakukan oleh siswi adalah mengompres perut bagian bawah (28,3%), pijat (25%), dan membiarkan nyeri hilang dengan sendirinya (15,2%). Secara keseluruhan, tingkat pengetahuan remaja putri di SMA Dwijendra Denpasar tentang dismenore berada pada kategori cukup. Oleh karena itu, edukasi lebih lanjut sangat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman, terutama mengenai penyebab, pencegahan, dan cara penanganan dismenore secara tepat.</p> Ni Kadek Ayu Diantari Ni Gusti Kompiang Sriasih Ni Komang Yuni Rahyani Copyright (c) 2025 Ni Kadek Ayu Diantari, Ni Gusti Kompiang Sriasih, Ni Komang Yuni Rahyani https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-26 2025-12-26 18 2 175 183 10.58294/jbk.v18i2.336 Efektifitas Perawatan Luka Modern Dressing Dengan Metode Moist Wound Healing Berbasis Home Care Terhadap Penyembuhan Luka Pada Klien Ulkus Diabetik https://www.ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/317 <p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Pendahuluan:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Ulkus diabetik merupakan komplikasi serius diabetes melitus yang membutuhkan penatalaksanaan luka yang tepat untuk mencegah infeksi, amputasi, dan mempercepat penyembuhan. Modern dressing dengan prinsip Moist Wound Healing (MWH) dapat mempertahankan kelembapan luka sehingga mempercepat regenerasi jaringan dan mengurangi trauma saat pergantian balutan. </span></span><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Tujuan:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas perawatan luka modern dressing dengan metode MWH berbasis home care terhadap penyembuhan ulkus diabetik. </span></span><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Metode:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Penelitian quasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada 10 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Kelompok intervensi mendapatkan perawatan modern dressing berbasis home care selama 14 hari, sedangkan kelompok kontrol diberikan perawatan konvensional menggunakan kasa steril dan NaCl 0,9%. Penilaian luka menggunakan PUSH Tool 3.0 dan dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney U pada α = 0,05. </span></span><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Hasil:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Terdapat peningkatan penyembuhan luka yang signifikan pada kelompok intervensi dengan nilai p = 0,001 dan rata-rata skor penyembuhan sebesar 22,647. </span></span><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kesimpulan:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Metode modern dressing dengan Moist Wound Healing berbasis home care efektif mempercepat penyembuhan ulkus diabetik dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi perawatan pada pelayanan komunitas dan home care.</span></span></p> Normalia Normalia Ismail Ismail Musaidah Musaidah Asnaeni Palembai Irma Andrianys Copyright (c) 2025 Normalia Normalia, Ismail Ismail, Musaidah Musaidah, Asnaeni Palembai, Irma Andrianys https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-26 2025-12-26 18 2 238 245 10.58294/jbk.v18i2.317